Selamat Tinggal, Bidadari

Selamat Tinggal, Bidadari

Jumat, 01 Juli 2011

Pulang

Suatu siang, September 2006, saya menjejakkan kaki di desa ini, katanya saya pulang. "Pulang ?", pertanyaan dan keyakinan yang penuh ragu. Desa ini memang tempat saya dilahirkan, dan semua sanak keluarga bapak dan ibu saya sebagian besar tinggal di desa ini. Lalu karena itukah mereka menyebut saya 'pulang'?
40 tahun yang lampau, waktu itu belum genap setahun umur saya, sewaktu Bapak membawa kami sekeluarga ke pulau Jawa, hingga bertahun-tahun setelah saya lulus kuliah di Bandung baru saya pulang ke desa ini, mencoba menterjemahkan kata 'pulang' yang sebenarnya.
Disini tidak ada ibu, bapak dan semua kakak kandung saya, tapi mereka disini mengaku sebagai ibu saya, bapak saya, kakak, adik, keponakan... sekali lagi saya harus menterjemahkan arti kata-kata sandang itu... - Mereka memang yang mereka maksud.
Pulang, rumah ini memang tempat kami keluarga berkumpul bila sedang berlibur ke pulau Bali, tapi saat ini mereka tidak ada, biasanya saya melihat kakak-kakak saya bercanda tawa di halaman, diteras rumah, ada ibu yang sibuk di dapur dan bapak yang asyik ngobrol dengan teman-teman seperjuangannya. Tapi saat ini suasana 'rumah' itu sudah menjadi peristiwa yang amat langka dan mahal harganya.
Sekarang sudah hampir 5 tahun tinggal di rumah ini - bertahun tahun merantau di rumah sendiri.. tanpa teman seperjuangan, teman sekolah, teman sepermainan, teman diskusi - mereka semua hanya terhubung di dunia maya, sementara di dunia nyata saya betul betul berada didunia yang lain..
Suasana desa, pertanian, kebun coklat, isteri, anak..... wuihhh, bila ini dunia nyata, apakah sebelumnya saya ada dialam mimpi? atau sebaliknya??

Komang Sekardhani


pencil on paper, photoshop and her blood.

Selasa, 07 Juni 2011

Joged Sampe Pagi

Sudah bukan rahasia lagi, Bali adalah tempat pesta, hampir setiap sudut di Kuta selalu ada Pub yang buka sampai pagi, dalam gambar ini contoh sebuah pub yang buka sampe jam 10 pagi (sudah hampir siang) . Pub n diskotik di kawasan Seminyak ini terbuka untuk umum, entah darimana saja mereka ini yg jelas mereka sedang asyik bergoyang dan goyang terus sampai sekuriti menghentikan mereka, menyalakan lampu utama diruangan dan membuka lebar semua korden dan jendela untuk membuktikan bahwa matahari sudah naik tinggi. Akhirnya mereka - yang bukan cuma orang asing - keluar dengan berdesak-desakan sambil memicingkan mata karena silau oleh cahaya matahari.

Senin, 16 Mei 2011

Ilustrasi Klasik

Beberapa drawing yang saya kirimkan berupa ilustrasi dari cerita rakyat Bali dan dari kesehariannya, setiap image mempunyai kisahnya masing-masing,  yang saya tuangkan dalam bentuk  gambar garis. Drawing dalam bentuk ini memang berkesan murahan dan sangat sederhana bila kita membandingkan-nya dengan  jenis ilustrasi lain yang kita jumpai  saat ini.
Ilustrasi dalam bentuk drawing adalah bentuk visualisasi yang digunakan dalam media – umumnya cetak – untuk membantu orang dalam memperkuat isi tulisan atau cerita. Ilustrasi biasanya dibuat oleh ilustrator setelah membaca dan kemudian menginterpretasikan isi tulisan menurut gambaran (vision) yang didapat oleh si ilustrator untuk kemudian digambarkan (visualisasi) menurut visi yang didapat sesuai dengan kemampuan ilustrator. Saat ini, ilustrasi sudah berkembang dengan sangat beragam, selain ilustrasi verbal atau lugas seperti ini ada juga ilustrasi yang dibuat abstrak, ini dibuat ketika ilustrator mendapat kesan yang lebih kuat pada saat dia membaca tulisan yang dibacanya.
Teknik pembuatan ilustrasi pun saat ini berkembang dengan menggunakan program-program komputer. Jika jaman dulu orang menggunakan kuas , tinta, kertas dan kanvas dalam membuat ilustrasi, saat ini ilustrator bisa mengerjakannya dengan bantuan scanner, foto digital dan aplikasi photoshop, 3D Max, coreldraw, dll. Dengan bantuan peralatan ini diharapkan illustrator dapat mencapai visualisasi yang diinginkannya.
Ilustrasi digunakan juga untuk iklan, reklame dan propaganda. Dengan perkembangan senirupa dan desain visual tersebut, sekarang ilustrasi banyak digunakan bukan untuk keperluan visualisasi cerita atau penulisan-penulisan ilmiah, namun juga digunakan untuk tujuan-tujuan komersial yang lebih menguntungkan seperti untuk iklan dan reklame, bahkan visualisasinya pun sudah tidak hanya dengan 2 dimensional, melainkan sudah berdimensi multimedia, sehingga kalangan penikmat ilustrasi saat ini semakin luas dan global.
Ilustrasi klasik saat ini berada disisi yang sangat unik, “dia” masih dikenal dan digunakan namun ‘pamor’nya nyaris dikalahkan oleh gemerlapnya visual multimedia dan komputerisasi. Karena kerumitan dan penggambaran visi yang memerlukan waktu lebih panjang dibanding  ‘menggambar’ dengan bantuan komputer, atau peralatan canggih yang saat ini semakin umum. Dan bila terjadi kesalahan penggambaran memerlukan waktu lebih panjang lagi untuk mengulangnya dari awal.
Kemudian, inilah ilustrasi klasik yang saya bawa ke beranda Rumah Indonesia, untuk mencoba menampilkan kisah/ cerita rakyat yang pernah dibuat di Bali dalam bentuk 2 dimensi. Ilustrasi2 ini dibuat pada tahun 2000, saat ini saya masih membuat ilustrasi, beberapa ilustrasi saya sempat juga menjadi ilustrasi cerpen di Kompas Minggu.
Saya masih ingin membuat ilustrasi lebih banyak lagi, saat ini saya sedang membuat ilustrasi berdasarkan kehidupan masyarakat di Bali. Masyarakat Bali dikenal dengan keunikan budayanya, namun didalamnya masih banyak hal2 yang lebih unik lagi yang lahir dari keluguan  masyarakat Bali 

Nongkrong

Penculikan Gadis Belia

Penculikan Gadis Belia oleh para Bidadari untuk dijadikan dayang-dayang para Bidadari... Mereka umumnya diculik ketika asyik mencuci pakaian disebuah mata air ditengah hutan.

Dari Cerita Jaka Tarub

Selendang itu dicuri ketika para Bidadari sedang asyik mandi, dan ditemukan di lumbung padi.

Dari Cerita Jaka Tarub

Ini ceritanya ketika Jaka Tarub nggak bisa bilang apa-apa pas Nawang Wulan menemukan selendang yang telah lama disembunyikan.

Ayu Melati

Ini gambar gadis bali yang sedang menunggu saat sembahyang di sebuah pura desa, sketsa ini sekarang dikoleksi Sachida Nagdev, pelukis senior India yang tinggal di Bhopal.

Acara Adat; Motong Babi

Kalau ada acara adat di Bali, sudah lumrah ada seekor atau dua ekor babi yg disembelih untuk hidangan, sebagian undangan yg masing-masing sudah datang dengan menyelipkan pisau bersama-sama mengolah hidangan, ada membuat bumbu untuk diracik, sebagian menyiapkan pemanggangan, dan membuat sayur khas yg dibuat dari buah nangka muda; lawar.
Kaum ibu biasanya di dapur memasak nasi dan menyiapkan kopi, makanan ringan, peralatan makan dan sesajen untuk perlengkapan upacara.

Minggu, 15 Mei 2011

Selamat Berkarya, Teman...

Saya betul betul kaget menerima respon seorang teman yg sekarang sudah besar sebagai seniman. Hanya dari komen sanggahannya di sebuah jejaring sosial saya mendapat kesan dia sedang tertekan oleh pertanyaan saya - tentang judul karyanya.
Sebenarnya saya hanya ingin tahu lebih jauh tentang judulnya, yang menurut saya sangat disayangkan karena memiliki judul yg sangat biasa, sederhana dari sebuah karya yang besar dan biasanya cenderung gigantis, mungkin justru disitu kekuatannya. Saya akan mengerti bila dia memberitahu saya tentang kesederhanaan itu, bukannya menghardik dan menunjukkan ego seorang seniman yang sedang menyembunyikan sebuah karya besar dari seorang pengagumnya yang ingin tahu terlalu dalam.
Saya memang tidak membiayai karya-karyanya, saya memang tidak berkompeten untuk menggugat sebuah judul, apabila saya ditanya balik tentang konsep pertanyaan atau hal-hal yg lebih filosofis, pasti saya tidak bisa menjawab apa-apa... kecuali celingukan cari contekan.
Selamat berkarya, teman, semoga kesuksesan selalu mengiringi perjalananmu dan karya-karyamu...